Ingin Mencatat Selisih Kas dengan Mudah? Ikuti Cara Ini!

Dalam mengelola keuangan bisnis, selisih kas kecil ataupun besar memang kerap kali terjadi. Secara spesifik, selisih kas ini adalah perbedaan yang terjadi pada saldo kas fisik dengan catatan akuntansi perusahaan.

Umumnya, selisih kas akan terjadi karena adanya banyak jenis transaksi pada kas kecil dengan kas besar. Kas kecil adalah dana atau uang yang dikeluarkan dan juga terjadi secara rutin, namun lebih cenderung kecil. Sedangkan kas besar adalah dana atau uang yang dikeluarkan dan terjadi dengan sangat jarang, tapi jumlahnya besar.

Untuk itu, pengertian dari kas adalah salah satu aset lancar yang mencerminkan kepemilikan uang tunai dari perusahaan. Semakin tinggi nilai perusahaan, semakin besar juga uang tunai yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Oleh karena itu, selisih kas tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, sekecil apapun nilai kas, maka akan membuat laporan keuangan menjadi tidak seimbang dan akan membuat Anda lebih sulit untuk mengetahui kondisi kesehatan finansial dari perusahaan Anda.

Ingin mengetahui lebih dalam tentang selisih kas dan cara membuatnya? Silahkan baca terus artikel di bawah ini hingga selesai.

Apa itu Selisih Kas?

Pada dasarnya, selisih kas adalah suatu penyebab yang terjadi atas adanya kekurangan atau kelebihan kas, yang mana selisih tersebut diperoleh dari catatan akuntansi ataupun dengan kas fisik yang sudah ada.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kas adalah aset atau aktiva perusahaan dalam bentuk uang tunai, seperti cek, wesel, uang logam, uang kertas, dan lain sebagainya.

Sebagai contoh, tim finansial dari PT XYZ melakukan perhitungan fisik kas kantor yang telah disimpan sebanyak 15 juta rupiah. Sedangkan akuntan yang telah membuat laporan keuangan ternyata mendapatkan jumlah kas perusahaan sebanyak 14 juta rupiah.

Dalam contoh tersebut, terjadi selisih nominal kas yang tidak sama atau tidak seimbang antara kas fisik atau bank dengan pencatatan keuangan perusahaan yang dilakukan oleh bank.

Hal tersebut bisa diketahui melalui rekonsiliasi bank yang menjadi cara dalam membandingkan saldo rekening bank dengan buku kas yang dimiliki oleh perusahaan.

Baca juga: Ingin Membuat Tabel Akuntansi? Ini Pengertian dan Contohnya!

Jenis-Jenis Selisih Kas

Selisih kas umumnya dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Selisih Kas Lebih (Cash Overage)

Berdasarkan laman Chron, cash overage lebih mencerminkan kondisi yang terjadi di mana nominal kas fisik ternyata lebih besar daripada pencatatan keuangan yang dilakukan oleh akuntan perusahaan.

2. Selisih Kas Kurang (Cash Shortage)

Masih dari laman Chron, cash shortage akan mencerminkan kondisi yang sebaliknya, yang mana kas fisik ternyata lebih kecil daripada pencatatan keuangan.

Jadi, walaupun kondisi kas fisik Anda lebih besar daripada pencatatan keuangan, Anda tetap harus mencari kelebihan tersebut secara detail. Tujuannya adalah untuk memastikan kesalahan yang terjadi pada bisnis Anda.

Baca juga: Pengertian General Ledger dan Mengapa Bisnis Anda Membutuhkannya

Apa Saja Penyebab Terjadinya Selisih Kas?

Berikut ini adalah beberapa penyebab terjadinya selisih kas di dalam suatu perusahaan:

1. Kesalahan Menginput Nominal

Penyebab pertama terjadinya selisih kas kecil dan kas besar adalah karena adanya kesalahan dalam menginput nominal dari setiap jenis pemasukan maupun pengeluaran biaya operasional perusahaan.

Sebagai contoh, PT ABC melakukan pembayaran internet dengan nominal 3 juta rupiah, tapi ketika dicatat ternyata adalah 5 juta rupiah. Penyebab selisih tersebutlah yang terjadi atas adanya kekeliruan nominal dan akan membuat bukti fisik nominal lebih kecil daripada pencatatannya.

2. Kesalahan dalam Memberikan Kembalian Nominal

Kesalahan seperti ini terjadi pada transaksi keuangan, yang mana bendahara yang membelanjakan kebutuhan atau keperluan perusahaan akan membulatkan nominal tersebut.

Umumnya, uang yang dibelanjakan akan memberikan sisa kembalian dan juga nota transaksi. Untuk itu, umumnya sisa dari kembalian ini tidak sama persis dengan nominal pembayarannya.

Contohnya PT ABC membeli peralatan alat tulis kantor dengan nominal Rp 29,550, tapi uang yang diberikan adalah Rp 30.000. nah, kembalian yang diterima ini hanya sebesar Rp 450, dan hal tersebut akan mengakibatkan selisih.

Baca juga: Prosedur Penerimaan Kas: Fungsi dan Tahapannya

Dampak Selisih Kas

Penyebab yang terjadi pada selisih kas tentu akan memberikan dampak yang serius untuk perusahaan. Dampak tersebut akan membuat laporan keuangan tidak menggambarkan kondisi keuangan secara riil. Nah, berikut ini adalah beberapa dampak yang terjadi:

1. Menciptakan Kebiasaan Pemalsuan Nominal

Bukanlah suatu hal yang umum lagi saat pegawai atau perusahaan membuat kebiasaan tidak jujur, seperti pemalsuan nominal. Perbedaaan nominal yang kecil ataupun yang besar ini akan membuat adanya ketidakdisiplinan pada laporan keuangan dan akan membuat kondisi finansial perusahaan menjadi tidak berkembang.

2. Pebisnis Tidak Mengetahui Kondisi Keuangan Secara Riil

Dampak yang satu ini juga bisa membuat laporan finansial perusahaan menjadi tidak bisa diketahui secara riil oleh pemilik bisnis, yakni besaran nominal laba ataupun kerugian perusahaan.

Untuk itu, tujuan adanya laporan keuangan yang riil ini akan mampu membantu pihak manajemen untuk membuat strategi keuangan yang tepat. Tapi jika data yang dilaporkan tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, maka hal tersebut akan menimbulkan kerugian dan akan berbahaya untuk perusahaan.

Baca juga: Bagaimana Cara Melakukan Penyusunan Anggaran?

Contoh Soal dan Pencatatannya?

Agar lebih mengerti tentang selisih kas dan cara pencatatannya, Anda bisa mempelajari contoh soal di bawah ini:

1. Contoh Jurnal Selisih Kas Lebih

Katakanlah PT XYZ membuat pencatatan laporan keuangan setiap bulan sebelum tutup buku bulanan. Lalu, perusahaan tersebut menghitung perbandingan yang terjadi pada nominal kas fisik dengan pencatatan saldo akhir.

Selanjutnya, manajemen pusat melakukan audit dan ditemukan adanya kas fisik sebanyak 35 juta rupiah. Sedangkan catatan laporannya adalah 30 juta rupiah. Sehingga, selisih kas yang terjadi adalah 5 juta rupiah. Berikut ini adalah pencatatan jurnalnya.

Dr. Kas Rp5.000.000

Cr. Selisih Kas Rp5.000.000

2. Contoh Jurnal Selisih Kas Kurang

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa kas kurang adalah berlawanan dari kas lebih, yang mana kas fisik akan mampu memberikan nominal kas kecil dari saldo pencatatan laporan.

Contohnya, PT XYZ mengaudit keuangan dengan cara menghitung kas fisik sebanyak 30 juta rupiah, sedangkan pencatatan perusahaan adalah 35 juta rupiah. Nah, selisihnya adalah 5 juta rupiah dan pencatatan jurnalnya adalah sebagai berikut:

Dr. Selisih Kas Rp5.000.000

Cr. Kas Rp5.000.000

Baca juga: Apa itu Jurnal Penjualan Aset? Ini Pengertian dan Cara Membuatnya!

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang selisih kas yang kerap terjadi di dalam perusahaan. Dengan memahami pembahasan ini dengan baik, Anda bisa menekan terjadinya kerugian yang ditimbulkan dari adanya selisih.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, kas adalah harta perusahaan yang mencerminkan kondisi tentang nominal uang tunai yang dimiliki perusahaan, bahkan di dalamnya bisa terjadi selisih keuangan.

Agar bisa menghindari selisih tersebut, akan #lebihbaik jika Anda menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Dengan menggunakan aplikasi ini, maka seluruh pencatatan akan dilakukan secara otomatis dan Anda bisa menghindari kesalahan input dari berbagai jenis transaksi. Anda pun bisa mendapatkan laporan laba rugi, laporan neraca, laporan arus kas, dan lebih dari 200 jenis laporan lainnya secara otomatis, cepat dan akurat.

Fitur tersebut juga telah terintegrasi dengan berbagai fitur bisnis lainnya yang tentunya akan memudahkan Anda dalam melakukan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang di gudang, menyelesaikan urusan perpajakan, menyederhanakan proses manufaktur, dan masih banyak lagi.

Anda juga sudah tidak perlu lagi meragukan keandalan dari aplikasi ini. Pasalnya, hingga saat ini, Accurate Online telah dipercaya oleh lebih dari 488 ribu pebisnis di Indonesia dan terus meningkat. Mereka sukses mengembangkan bisnisnya dengan menggunakan Accurate Online. Bahkan, Accurate Online pun terus-menerus berhasil meraih penghargaan TOP Brand Award dalam kategori software akuntansi sejak tahun 2016 hingga tahun ini.

Lebih menariknya lagi, seluruh kelebihan dan juga fitur luar biasa dari Accurate Online bisa Anda nikmati dengan mengeluarkan biaya investasi yang sangat terjangkau, yaitu hanya sebesar 200 ribuan rupiah saja perbulan.

Jadi, masih ragu atau kurang berminat dengan Accurate Online? Tenang, Anda bisa meyakinkan diri Anda dengan mencoba semua keunggulan dan kelebihan dari aplikasi ini secara gratis selama 30 hari dengan mendaftarkan bisnis Anda pada tautan gambar di bawah ini.

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.