Mengenal Performance Marketing, Strategi Efektif dalam Menjalankan Kampanye Iklan

oleh | Feb 22, 2023

source envato.

Mengenal Performance Marketing, Strategi Efektif dalam Menjalankan Kampanye Iklan

Pada dasarnya, performance marketing adalah praktik gabungan dari paid marketing dan brand marketing. Dalam penerapannya, setiap pengiklan hanya akan membayar saat ada action khusus yang terjadi, baik itu lead baru, penjualan, dan lain sebagainya.

Nah, dalam kesempatan kali ini kami sudah merangkum berbagai hal yang harus Anda ketahui tentang performance marketing.

Apa itu Performance Marketing?

accurate.id gambar performance marketing-1

Dirangkum dari laman Bigcommerce, performance marketing adalah suatu istilah yang mengacu pada teknik yang mana pihak pengiklan atau advertiser akan melakukan pembayaran pada platform atau perusahaan tertentu agar bisa menjalankan kampanye pemasaran.

Perusahaan yang dibayar ini harus memberikan hasil performa yang positif, seperti dari jumlah klik atau angka penjualan yang besar.

Lain halnya dengan pemasaran konvensional, jenis pemasaran yang satu ini akan secara khusus mendorong, melacak, dan menilai tindakan audiens, sambil mengaitkannya dengan ROI dari setiap kampanye, aset, ataupun kegiatan perusahaan.

Kegiatan performance marketing ini mencakup sponsored advertising, native advertising, social media advertising, affiliate marketing, serta search engine marketing atau SEM.

Nantinya, pihak yang akan menempatkan iklan atau advertiser akan melakukan pembayaran bila ada tindakan khusus yang dilakukan, atau akan membayar jika sudah ada hasilnya.

Dengan hanya membayar saat terdapat tindakan yang dilakukan oleh audiens, maka biaya yang dikeluarkan pun tidak akan terbuang sia-sia. Karena, mereka sudah memperoleh hasilnya lebih dulu sebelum harus membayar.

Kondisi ini sama seperti menggunakan kartu kredit, yang mana penggunanya harus harus melakukan pembayaran pada tanggal tertentu saat sudah membeli suatu produk atau jasa menggunakan kartu kredit.

Baca juga: Mengenal Strategi Buy One Get One dan 3 Tips Mudah dalam Menerapkannya

Cara Kerja Performance Marketing

accurate.id gambar performance marketing-2

Performance marketing adalah kegiatan marketing yang bisa dijalankan lewat beragam jenis platform. Platform yang digunakan ini biasanya adalah Search Engine Google dan media sosial Instagram serta Facebook.

Umumnya, berdasarkan laman  Taboola Blog, setiap platform akan memilih iklan mana yang nantinya akan ditampilkan dengan berdasarkan berbagai faktor, seperti target pasar, penawaran yang Anda berikan, kualitas dan juga relevansi produk, serta conversion rate.

Contoh sederhananya seperti Facebook Ads yang lebih mementingkan jumlah penawaran, kualitas, dan juga relevansi iklan, serta hasil yang diharapkan.

Dalam praktik ini, terdapat empat grup besar yang harus bisa bekerja pada saat yang bersamaan, yaitu:

1. Retailer atau Advertiser

Retailer atau advertiser adalah pengusaha yang ingin mempromosikan produk barang atau jasanya melalui affiliate partner atau publisher.

2. Affiliate

Affiliate atau publisher adalah mereka yang nantinya akan mempromosikan produk barang dan jasa dari pengusaha. Contoh bentuk dari afiliasi ini bisa dalam blog, situs ulasan produk, atau media sosial yang dijalankan oleh pihak influencer.

3. Affiliate Network

Affiliate network atau third party tracking platform ini memiliki peran penting dalam menjaga hubungan antara retailer dengan affiliate.

4. Affiliate Manager

Affiliate manager adalah mereka yang bekerja dalam suatu perusahaan atau agency. Jadi, mereka harus menyiapkan semua kebutuhan dari kedua pihak dan memastikan mereka bisa memperolehnya secara baik.

Baca juga: Apa itu Promotion Mix? Apa Manfaatnya untuk Strategi Marketing?

Strategi Dalam Platform Performance Marketing

accurate.id gambar performance marketing-3

Setelah mengetahui tentang performance marketing dan grup yang ada di dalamnya, maka Anda harus mempelajari strategi performance marketing yang bisa digunakan.

Agar bisa membedakan yang satu dengan yang lainnya, maka Anda pihak advertiser atau retailer akan menggunakan istilah cost per…., sedangkan untuk pihak publisher atau affiliate akan menggunakan istilah Pay per…..

Dilansir dari laman WebFX, berikut ini adalah strategi yang bisa Anda pilih dan Anda sesuaikan dengan tujuan kampanye marketing, pilihan platform, dan hasil yang Anda inginkan.

1. Cost Per Impression (CPM)

Dalam menggunakan strategi cost per impression, maka pihak advertiser akan melakukan pembayaran pada pihak publisher saat iklan yang telah dipasang dilihat, atau per 1.000 impression.

Walaupun memang baru dilihat, minimal iklan tersebut mampu meningkatkan brand awareness pada target pasar yang belum mengetahui hal apapun terkait advertiser.

2. Cost Per Click (CPC)

Sama seperti namanya, dalam strategi ini pihak retailer atau advertiser harus melakukan pembayaran pada affiliate saat iklannya telah diklik oleh audiens.

3. Cost Per Leads (CPL)/Pay Per Lead

Pada strategi ini, pihak advertiser harus melakukan pembayaran saat ada lead baru. Artinya, terdapat calon user yang baru melakukan pendaftaran atau mengisi form berisi data mereka pada suatu situs, langsung dari iklan yang sudah dipasangkan.

Data tersebut bisa nama, email, nomor telepon, dan lain sebagainya. Semakin panjang dan juga detail lead yang telah diberikan, maka umumnya biaya yang harus dikeluarkan menjadi lebih tinggi.

4. Cost Per Acquisition (Cpa)/Pay Per Sale

Strategi selanjutnya adalah cost per acquisition atau pay per sale. Setiap advertiser akan melakukan pembayaran pada pihak publisher saat ada orang yang melakukan klik iklan dan melakukan tindakan spesifik.

Tindakan ini mencakup pembelian barang ataupun jasa, mengisi formulir pendaftaran, atau matriks apapun yang telah ditentukan oleh pihak advertiser.

Baca juga: Funneling Marketing: Pengertian dan Tips untuk Memaksimalkannya

Manfaat Menggunakannya

accurate.id gambar performance marketing-4

Kelebihan utama dari menggunakan performance marketing adalah Anda hanya perlu melakukan pembayaran saat ada hasil nyata. Selain itu, anggaran yang harus dikeluarkan pun lebih kecil atau minimal sesuai dengan apa yang dimiliki dan juga diperkirakan.

Jadi, uang yang Anda keluarkan tidak akan terbuang sia-sia dan memiliki risiko yang lebih rendah daripada harus membayar jasanya di awal waktu.

Manfaat lainnya adalah Anda bisa menilai return on investment (ROI) secara real-time. Saat ada pengguna yang melakukan klik pada iklan Anda atau mengambil tindakan apapun dari iklan tersebut, maka tujuan Anda di awal sudah tercapai.

Hal ini akan membuat Anda bisa melacak ROI secara langsung dan mengetahui pembayaran yang harus dilakukan secara jelas serta mudah.

Baca juga: Apa itu White Label Marketing? Ini Pengertian dan Cara Melakukannya!

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang performance marketing. Jadi, performance marketing adalah kegiatan marketing yang dilakukan dengan dasar performa marketing online dan apa yang dihasilkan oleh perusahaan.

Untuk melakukannya, tentu Anda memerlukan anggaran yang tepat. Setiap kegiatan transaksi di dalamnya pun harus juga Anda catat tanpa ada sedikitpun kesalahan. Nah, Anda bisa melakukan hal tersebut secara #lebihbaik dengan menggunakan Accurate Online.

Kenapa? Karena software akuntansi dan bisnis ini mampu mencatat setiap transaksi secara otomatis dan akan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang akan memudahkan Anda dalam membuat anggaran.

Fitur ini pun telah terintegrasi dengan berbagai fitur lain, yang tentunya akan semakin memudahkan Anda dalam mengelola dan mengmbangkan bisnis.

Jadi tunggu apa lagi? Ayo segera coba dan gunakan Accurate Online sekarang juga dengan klik tombol tautan di bawah ini.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

7 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Cinthya

Artikel Terkait