Pengertian Marketing Asset dan 10 Tips Mengoptimalkannya

oleh | Jul 26, 2023

source envato.

Pengertian Marketing Asset dan 10 Tips Mengoptimalkannya

Dalam era digital yang terus berkembang, pemasaran telah menjadi aspek kunci dalam keberhasilan bisnis. Untuk mencapai kesuksesan di tengah persaingan yang ketat, perusahaan harus memanfaatkan segala potensi yang ada, termasuk pemanfaatan marketing asset.

Marketing asset atau aset pemasaran merujuk pada segala hal yang dimiliki oleh perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran dan mempengaruhi brand image. Hal ini mencakup segala bentuk materi dan sumber daya yang digunakan untuk mempromosikan produk atau jasa, seperti desain logo, website, konten media sosial, materi cetak, dan masih banyak lagi.

Artikel ini akan membahas tentang pentingnya marketing asset dalam meningkatkan keberhasilan bisnis Anda. Kami akan membahas tentang jenis-jenis aset pemasaran yang umum digunakan, strategi pengelolaan yang efektif, serta tips untuk mengoptimalkan pemanfaatan marketing asset dalam mencapai tujuan pemasaran Anda.

Pengertian dan Jenis-jenis Marketing Asset

accurate.id Pengertian dan Jenis-jenis Marketing Asset

Berdasarkan laman Indeed, marketing asset merujuk pada semua materi dan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran dan mempengaruhi brand image. Marketing asset mencakup segala bentuk aset yang digunakan dalam upaya promosi produk atau jasa, baik secara online maupun offline.

Berikut ini adalah berbagai jenis marketing asset yang umumnya dimiliki oleh suatu perusahaan:

  • Desain Visual: Termasuk desain logo, grafis, gambar, brosur, katalog, dan materi cetak lainnya yang digunakan untuk memperkenalkan produk atau jasa kepada pelanggan.
  • Situs Web dan Konten Online: Meliputi situs web perusahaan, halaman arahan (landing page), konten blog, video promosi, dan konten media sosial yang mendukung upaya pemasaran online.
  • Bahan Promosi: Seperti spanduk, poster, billboard, papan reklame, dan media iklan lainnya yang digunakan untuk menjangkau pelanggan di luar platform digital.
  • Materi Penjualan: Termasuk presentasi penjualan, proposal, brosur produk, lembar spesifikasi, dan buku panduan yang membantu dalam upaya menjual produk atau jasa kepada calon pelanggan.
  • Basis Data Pelanggan: Informasi yang dikumpulkan tentang pelanggan, seperti daftar kontak, data demografis, preferensi, dan riwayat pembelian, yang digunakan untuk mengarahkan upaya pemasaran secara lebih efektif.
  • Testimoni dan Ulasan: Ulasan positif dari pelanggan dan testimoni kepuasan pelanggan yang digunakan untuk membangun kepercayaan dan meningkatkan brand image.
  • Aset Digital: Termasuk template email, gambar atau foto stok, dan audio/video khusus yang dapat digunakan secara berulang untuk keperluan pemasaran.

Pemanfaatan marketing asset yang baik dapat membantu perusahaan memperkuat brand, meningkatkan kesadaran pelanggan, menghasilkan prospek yang lebih tinggi, dan mendorong pertumbuhan bisnis.

Dengan mengelola dan mengoptimalkan aset pemasaran dengan bijaksana, perusahaan dapat mencapai keberhasilan dalam upaya pemasaran dan meningkatkan daya saing mereka di pasar.

Baca juga: Pengertian Customer Testimonials dan 6 Cara Mengumpulkannya

Strategi Mengelola Marketing Asset yang Efektif

accurate.id Strategi Mengelola Marketing Asset yang Efektif

Berikut ini adalah beberapa strategi yang dapat membantu Anda mengelola marketing asset secara efektif:

1. Inventarisasi dan Audit Aset

Mulailah dengan mengidentifikasi dan menginventarisasi semua marketing asset yang dimiliki perusahaan Anda. Buatlah daftar yang komprehensif, termasuk logo, situs web, konten media sosial, materi cetak, dan aset digital lainnya. Lakukan pula audit untuk mengevaluasi keefektifan dan keaktualan setiap aset.

2. Prioritaskan Aset Utama

Identifikasikanlah aset yang paling penting dan berpengaruh dalam strategi pemasaran Anda. Fokuskan upaya dan sumber daya pada aset-aset ini untuk memastikan mereka tetap diperbarui, relevan, dan optimal.

3. Pengelolaan dan Organisasi yang Terstruktur

Gunakanlah sistem atau alat yang memungkinkan Anda untuk dengan mudah mengelola, mengatur, dan memantau marketing asset Anda. Buatlah struktur folder yang terorganisir dengan baik untuk menyimpan dan mengakses aset secara cepat.

4. Pembaruan dan Pemeliharaan Berkala

Periksalah secara berkala setiap marketing asset untuk memastikan bahwa marketing asset Anda tetap relevan, akurat, dan sesuai dengan brand perusahaan. Perbarui juga konten, desain, dan informasi jika diperlukan.

5. Penggunaan yang Konsisten

Pastikan penggunaan aset pemasaran Anda dilakukan secara konsisten di semua channel dan platform. Hal ini akan membantu Anda membangun brand identity yang kuat dan meningkatkan brand awareness.

6. Pengukuran Kinerja Aset

Gunakan metrik dan analisis yang relevan untuk memantau performa aset pemasaran Anda. Misalnya, melalui analisis situs web, engagement media sosial, atau tingkat respons dari kampanye iklan. Hal ini akan membantu Anda dalam memahami efektivitas aset dan melakukan perbaikan jika diperlukan.

7, Dokumentasikan Panduan Branding

Buat panduan branding yang jelas dan komprehensif yang menjelaskan tata cara penggunaan aset pemasaran secara konsisten. Panduan ini meliputi pedoman desain, gaya penulisan, aturan penggunaan logo, dan elemen branding lainnya.

8. Kolaborasi Antar Tim

Pastikan ada komunikasi dan kolaborasi yang baik antara tim pemasaran, desain, dan pengembangan. Hal ini memungkinkan adanya pembaruan dan koordinasi yang efektif terkait dengan pengelolaan dan penggunaan marketing asset.

9. Manajemen Aset Digital

Jika memungkinkan, pertimbangkanlah untuk menggunakan sistem manajemen aset digital (digital asset management) yang mengorganisir dan mengelola semua aset digital Anda, memungkinkan pencarian yang mudah, dan memfasilitasi kolaborasi tim.

10. Evaluasi dan Pembaruan Berkala

Lakukanlah evaluasi rutin terhadap kinerja aset pemasaran Anda. Tinjaulah apakah ada kebutuhan untuk memperbarui, meningkatkan, atau menggantikan aset yang sudah ada.

Dengan mengikuti strategi pengelolaan marketing asset yang efektif, perusahaan Anda dapat memaksimalkan nilai dari aset pemasaran, meningkatkan efisiensi, konsistensi, dan daya saing dalam upaya pemasaran.

Baca juga: Pengertian Infomersial, Kelebihan, dan 6 Komponen Penting di Dalamnya

Tips untuk Mengoptimalkan Penggunaan Marketing Asset dalam Mencapai Tujuan Pemasaran

accurate.id Tips untuk Mengoptimalkan Penggunaan Marketing Asset dalam Mencapai Tujuan Pemasaran

Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengoptimalkan pemanfaatan marketing asset dalam mencapai tujuan pemasaran:

1. Kenali Target Pasar Anda

Pahami dengan baik siapa target pasar Anda dan apa yang mereka butuhkan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang audiens, Anda dapat mengarahkan penggunaan marketing asset dengan lebih efektif dan relevan.

2. Konsistensi Brand

Pastikan semua marketing asset Anda mencerminkan brand identity yang konsisten. Di dalamnya termasuk penggunaan logo, palet warna, gaya grafis, dan tone of voice yang seragam di semua channel komunikasi Anda.

3. Personalisasi dan Segmenasi

Manfaatkan database pelanggan Anda untuk personalisasi komunikasi dan pemasaran. Segmentasi pelanggan berdasarkan preferensi dan karakteristik mereka memungkinkan Anda untuk mengirimkan pesan yang relevan dan menarik bagi masing-masing segmen.

4. Optimalisasi Konten

Perbarui dan tingkatkan konten marketing asset Anda secara berkala. Pastikan konten yang Anda bagikan sudah benar-benar informatif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan dan minat target pasar Anda.

5. Maksimalkan Penggunaan Media Sosial

Gunakanlah platform media sosial dengan cerdas untuk mempromosikan marketing asset Anda. Buatlah konten yang menarik, ikuti tren, dan aktif berinteraksi dengan audiens Anda untuk membangun hubungan yang lebih erat.

6. Pengukuran Kinerja

Gunakan tooles analitik untuk melacak performa marketing asset Anda. Perhatikan metrik seperti jumlah tayangan, interaksi, konversi, dan ROI (Return on Investment). Hal ini akan membantu Anda mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan marketing asset Anda serta membuat penyesuaian yang diperlukan.

7. A/B Testing

Lakukan uji coba A/B testing untuk membandingkan variasi marketing asset. Ujilah elemen-elemen seperti judul, gambar, tata letak, atau panggilan aksi (call to action) untuk menentukan kombinasi yang paling efektif.

8. Tautkan Aset

Manfaatkan kemampuan saling menguatkan antara marketing asset Anda. Misalnya, tautkan konten blog Anda dengan media sosial atau tautkan brosur cetak Anda dengan situs web Anda. Hal ini akan membantu menciptakan pengalaman yang terintegrasi bagi pelanggan.

9. Manfaatkan Influencer dan Mitra Bisnis

Berkolaborasilah dengan influencer atau mitra bisnis yang relevan dapat membantu memperluas jangkauan dan meningkatkan kredibilitas brand Anda. Gunakan marketing asset Anda sebagai alat pendukung dalam kampanye kolaboratif tersebut.

10. Perbarui dan Tingkatkan Terus-menerus

Dunia pemasaran terus mengalami perkembangan, jadi pastikan untuk terus memperbarui dan meningkatkan marketing asset Anda sesuai dengan perubahan tren, teknologi, dan preferensi pelanggan.

Dengan mengoptimalkan pemanfaatan marketing asset, Anda dapat memaksimalkan dampak pemasaran Anda, membangun brand awareness yang kuat, meningkatkan keterlibatan pelanggan, dan mencapai tujuan pemasaran yang lebih tinggi.

Baca juga: Lingkungan Pemasaran: Pengertian, Jenis, dan Aspek yang Mempengaruhinya

Penutup

Dalam dunia pemasaran yang sangat kompetitif, marketing asset menjadi faktor penting dalam mencapai keberhasilan bisnis.

Marketing asset mencakup berbagai jenis aset seperti logo, situs web, konten media sosial, materi cetak, dan aset digital lainnya yang digunakan untuk mempromosikan produk atau jasa serta mempengaruhi citra merek perusahaan.

Dalam mengelola marketing asset dengan efektif, beberapa strategi penting harus diterapkan. Mulai dari inventarisasi dan audit aset, prioritisasi aset yang paling penting, pengelolaan dan organisasi yang terstruktur, hingga pembaruan dan pemeliharaan berkala.

Penting juga untuk mengukur performa aset, menjaga konsistensi merek, dan mengoptimalkan konten yang relevan dengan target pasar.

Selain itu, tips untuk mengoptimalkan pemanfaatan marketing asset mencakup personalisasi dan segmenasi, penggunaan media sosial secara efektif, pengukuran kinerja, serta melakukan uji coba dan pembaruan secara terus-menerus.

Kolaborasi dengan influencer dan mitra bisnis yang relevan juga dapat membantu memperluas jangkauan merek Anda.

Dengan mengikuti strategi pengelolaan yang baik dan menerapkan tips untuk mengoptimalkan pemanfaatan marketing asset, perusahaan dapat membangun merek yang kuat, meningkatkan kesadaran pelanggan, dan mencapai tujuan pemasaran yang lebih tinggi.

Dalam lingkungan pemasaran yang selalu berubah, penting untuk terus memperbarui dan meningkatkan marketing asset agar tetap relevan dan efektif dalam mencapai kesuksesan bisnis.

Nah, untuk bisa mengelola marketing asset dengan baik, hal lainnya yang harus diperhatikan adalah mengelola keuangan dan anggaran bisnis secara tepat. Anda bisa lebih mudah lagi melakukannya bila menggunakan Accurate Online.

Software akuntansi dan bisnis ini mampu membantu Anda dalam mengelola anggaran bisnis secara lebih mudah dan Anda bisa mendapatkan laporan keuangan tersebut secara akurat. Selain itu, Accurate Online juga mampu membantu Anda dalam mengelola asset Anda, termasuk marketing asset.

Klik tautan gambar di bawah ini untuk mencoba dulu Accurate Online selama 30 hari, Gratis!

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

14 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Cinthya

Artikel Terkait